Selasa, 11 Desember 2018

Pondok Pesantren Salafi Al Barakah Teluk Baqo

Penelitian Pondok Pesantren Salafi Al Barakah


BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pondok pesantren ialah sistem pendidikan agama yang tertua sekaligus merupakan ciri khas yang mewakili Islam tradisional Indonesia yang eksistensinya telah teruji oleh sejarah dan berlangsung hingga kini. Pada mulanya merupakan sistem pendidikan Islam yang dimulai sejak munculnya masyarakat Islam di Indonesia. Munculnya masyarakat Islam di Indonesia berkaitan dengan proses Islamisasi, dimana proses Islamisasi terjadi melalui pendekatan dan penyesuaian dengan unsur-unsur kepercayaan yang sudah ada sebelumnya, sehingga terjadi pecampuran atau akulturasi. Saluran Islamisasi terdiri dari berbagai cara antara lain melalui perdagangan, perkawinan, pondok pesantren dan kebudayaan atau kesenian.  
Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang tersebar di Indonesia. Dimana pondok pesantren lahir di tengah-tengah mmasyarakat. Setiap pondok pesantren memiliki ciri khas yang berbeda-beda tergantung bagaiman tipe leadershipnya dan metode seperti apa yang diterapkan dalam pembelajarannya.
Di dalam lembaga pendidikan pesantren ini terdapat seorang kiyai (pendidik) yang mengajar dan mendidik para santri dengan sarana masjid yang  digunakan untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Selain itu juga didukung dengan adanya pondok yang merupakan empat tinggal para santri. Dengan demikian, santri tidak kembali ke rumah untuk beristrirahat setelah belajar, melainkan mereka kembali ke pondok (asrama) yang sudah disediakan.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana sejarah pendirian pondok  pesantren salafi ?  
2.      Bagaimana kiprah pesantren terhadap masyarakat ?
3.      Bagaimana respon pesantren terhadap isu aktual ?

C.    TUJUAN MAKALAH
1.      Untuk mengetahui sejarah  pendirian Pondok pesantren.
2.      Untuk mengetahui kiprah pesantren terhadap masyarakat.
3.      Untuk mengetahui respon pesantren terhadap isu aktual.

D.    SISTEMATIKAN PENULISAN
Penelitian ini tersusun dengan sistematika pembahasan sebagai berikut.
Bab I : Pendahuluan yang mencakup : latar belakang masalah, rumusan masalah, dan sistematika penulisan.
Bab II : Pembahasan mencangkup : sejarah pendiri pesantren, kiprah  pesantren dalam masyarakat, sejarah pendiri pesantren, perkembangan pesantren, dan respon pesantren terhadap isu aktual. 
Bab III: Penutupan yang mencakup : kesimpulan, lampiran, refrensi.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Pendirian Pesantren
Pondok pesantren yang bernama “Al-barakah Bani Harun” dibawah naungan yayasan Bani Harun yang dipelopori  oleh  KH.Harun Arrosid  pada tahun 1967-an. Nama Bani Harun itu sendiri diambil dari nama cucu KH. Harun Arrosid  artinya yang mudah-mudahan anak-anaknnya lebih terutama masyarakat disini mendapat ilmu yang barakah sehingga bisa mengamalkan dan bisa bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk kehidupan sendiri. Dan seterusnya untuk anak didik mereka yang memang memiliki santri.
Pondok pesantren salafi Al-barakah Bani Harun didirikan oleh KH. Harun Arrosid dan KH. Rohmatullah mereka mendirikan pondok pesantren salafi ini pada tahun 1967 yang diresmikan pada tahun 1970-an. Mereka mendirikan pondok pesantren salafi ini  karena ingin membuat masyarakat cerdas dalam ilmu agama. Karena pada saat itu keadaan masyarakat masih bisa dibilang kurangnya pengetahuan tentang ilmu  agama,  yang di mana pondok itu awalnya dibuat dari bilik bambu  dan masih dibilang sangat sederhana, yang dimana mereka mendapatkan pendidikan formal diluar pondok dan pendidikan agama didalam pondok, serta awal cakupannya  adalah hanya untuk masyarakat sekitar saja.
Sehingga sekarang mereka mendirikan Pondok salafi murni yang dimana model pondoknya adalah salafi murni, di pondok pesantren salafi murni tidak ada pendidikan formal di luar pesantren tetapi berbeda dengan pondok pesantren salafi Al-Barakah Bani Harun ini mereka memperbolehkan untuk sekolah diluar pondok tetapi ketika berada didalam pesantren, santri wajib mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pesantren itu sendiri.
Tokoh-tokoh yang mendirikan pondok pesantren salafi Al-barakah Bani Harun yaitu :

a.       KH. Harun Arrosid
b.      KH. Rohmatullah
Pondok psantren Al-Barakah Bani Harun adalah pondok pesantren salafi di Jln.Bojonegara, Kp.Teluk Bako Ds. Mangku Negara Kab. Serang-Banten .
Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. Harun Arrosyid dan KH. Rohmatulloh yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai agama islam terhadap masyarakat sekitar, dan pondok pesantren ini menerapkan konsep salafi murni yang dimana para santri mengaplikasikan nilai-nilai akidah Islamiyah dilingkungan pondok.
B.     Kiprah pesantren dalam masyarakat
Pondok pesantren ini berada di lingkungan masyarakat yang sangat berpengaruh dalam perkembangan pondok pesantren, dan pesantren juga sangat berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan ilmu agama bagi masyarakat juga berperan penting terhadap pengaruh akhlakul karimah.
Pondok pesantren salafi Al-Barakah Bani Harun selain memberikan pengetahuan ilmu agama islam secara mendalam dan menyeluruh  kepada para santri juga memberikan pengaruh terhadap masyarakat dimana menjadikan beberapa masyarakat sebagai pendidik dan membantu dalam kegiatan belajar mengajar didalam pondok pesantren dan masyarakat memberikan respon yang baik terhadap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh pondok pesantren ini.

C.    Sejarah pendiri Pesantren
a.    KH. Rohmatulloh
Pendiri pondok pesantren salafi Al-barakah Bani Harun yaitu KH.Rohmatullah yang lahir pada Serang 22 September 1945. Beliau belajar di Sekolah Dasar Sempu, beliau tidak melanjutkan pendidikannya melainkan beliau meneruskan di Pesantren Pelampungan selama 20 tahun, yang terletak di dekat kampus Faletehan. Beliau memperdalam kitab dan qory sendiri sehingga beliau mampu berprestasi dalam bidang itu baik nasional maupun internasional, dan beliau juga aktif dalam kegiatan organisasi NU. Seiring  bertambahnya usia, beliau hanya bisa  membantu dan mengajar  masyarakat yang ingin mendalami ilmu qory, serta mengisi ceramah. Dalam kehidupan pribadinya beliau adalah seorang anak dari KH. Abdul Syukur dan ibu HJ. Umi Kulsum dan beliau mempunyai istri yang bernama HJ. Masruroh S.pd serta mempunyai Sembilan (9) orang anak yaitu:

§  HJ. Dini Sukma Lala Buana
§  HJ.Rois Atut Tuiyah
§  KH.Uwes
§  KH.Jaja
§  KH.Ugis
§  KH.Umes
§  HJ.Lupitah
§  Kuesi
§  Saukiyah
§  Muayatul fadli

D.    Perkembangan pimpinan  Pesantren
Pada tahun 1969 dipimpin oleh KH. Harun Arrosyid yang didampingi oleh KH.Rohmatulloh dan KH. Faiduloh. Pada periode kedua pesantren diambil alih oleh anaknya KH. Harun Arrosyid yaitu KH. Uwes  dan periode sekarang dilanjutkan  oleh anak yang lainnya yaitu KH. Umes sampai dengan sekarang.

E.  Perkembangan Pesantren
a.    Saat pertama kali didirikan pesantren oleh KH. Harun Rrosyid sangat sederhana dimulai dari bangunan yang hanya terdiri dari bilik bambu baik fasilitas sarana prasarana pun belum cukup memadai dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dipondok pesantren tersebut karena tidak dipungut biaya sama sekali.
b.   Pada saat ini kondisi pondok pesantren jauh lebih baik dari sebelumnya mulai dari bangunan yang sudah direnovasi, dibangunnya asrama baik putri maupun putra, ruang kelas, mushola , kamar mandi, aula untuk melakukan kegiatan pondok pesantren. Dan pada saat ini pihak pondok pesantren memungut biaya sebesar Rp 40.000/bulan untuk biaya sarana dan prasarana serta fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar dan aktivitas pondok pesantren. Adapun fasilitas yang belum memadai yaitu, perpustakaan, rak buku untuk kitab.

F.  Kurikulum Pesantren
Seperti pesantren modern pondok pesantren salafi ini juga mempunyai kurikulum sendiri yaitu kurikulum yang digunakan adalah kurikulum salafi murni. Dimana para santri mengkaji kitab-kitab yang sudah disediakan oleh pihak pondok pesantren.
Kitab-kitab yang digunakan oleh pesantren ini adalah, kitab jalalen, Fathul Mu’in, Ta’limuta”lim, Fathul Qarib, Kitab Awamil dan sebagainya.
G.    Respon Pesantren Terhadap Isu Aktual
a.       Pandangan Kiyai tentang Pemilihan Presiden 2019
Dalam hal isu pemilihan presiden sekarang yang banyak diberitakan, dari dua calon yang mempunya kriteria dan karakter serta tujuan yang berbeda, melihat secara netral dari segi kebaikannya saja karena yang memperlihatkan tidak baik yaitu para pendukungnya yang belum memhami masalah kenegaraan sehingga menimbulkan sebuah keributan, menjadi netral karena itu adalah hak masing-masing setiap pribadi masing-masing.
b.      Pandangan Kiyai Tentang MPS dan FSPP
Majelis Pesantren Salafi (MPS) menurut  pondok Al-barakah adalah seperti yang ada pada pomdoknya ini karena salafiyah adalah nonformal sedangkan sekolah biasa adalah formal. Jadi salafi mengkaji kitab yang harus di kaji terlebih dahulu dan tidak bias untuk di formalkan, walau bias di kolaborasikan tapi tetap saja salafiyah tidak mendapat ijazah.
Pondok Al-barakah menuturkan bahwa Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren (FSPP) itu sangat bagus karena sebagai wadah. Karena walaupun salafiyah murni bias diakui oleh kemenag dan dinauingi oleh kementrian Agama, dan Pondok Al-barakah sudah terdaftar sebagai Forum Silaturrahmi Pondok Pesantren.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pondok salafiyah Al-barakah Bani Harun didirikan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai agama islam terhadap masyarakat sekitar, dan pondok pesantren ini menerapkan konsep salafi murni yang dimana para santri mengaplikasikan nilai-nilai akidah Islamiyah dilingkungan pondok. Selain memberikan pengetahuan ilmu agama islam secara mendalam dan menyeluruh  kepada para santri juga memberikan pengaruh terhadap masyarakat dimana menjadikan beberapa masyarakat sebagai pendidik dan membantu dalam kegiatan belajar mengajar didalam pondok pesantren dan masyarakat memberikan respon yang baik terhadap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh pondok pesantren ini. Adapun kurikulum yang digunakan adalah kurikulum salafi murni. Dimana para santri mengkaji kitab-kitab yang sudah disediakan oleh pihak pondok pesantren.


REFERENSI

Untuk mengetahui dan memperoleh data yang dibutuhkan, maka penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data diantaranya:
a.       Observasi
Observasi dilakukan untuk memperoleh data dari lapangan dengan melalui pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian.
b.      Wawancara
Wawancara dilakukan dengan menggunakan metode dialog atau Tanya  jawab secara langsung dengan responden yaitu dari Ibu Kiyai yang terkait dengan penelitian ini.




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar